Ingin Investasi Rumah? Hindari 5 Kesalahan Berikut!

by -113 views

Selain menjadi tempat tinggal yang nyaman untuk Anda dan keluarga Anda, rumah juga merupakan salah satu bentuk investasi properti yang paling populer, terutama di kalangan milenial.

Ketika berinvestasi rumah, Anda harus menerapkan strategi, tetap mengikuti bisnis properti dan terus memperluas pengetahuan Anda. Jika Anda tidak berhati-hati saat mengambil tindakan, bukannya untung besar yang bisa Anda peroleh, tetapi kerugian yang tidak tersuga.

Belajar dari kesalahan investor pemula yang merugi. Mereka umumnya melihat investasi rumah sebagai cara singkat untuk meningkatkan pendapatan, sehingga mereka sering meremehkan berbagai aspek.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda dihindari sejak awal agar tidak kehilangan uang saat berinvestasi di properti rumah.

1. Tidak memiliki tujuan jangka panjang

Berinvestasi tanpa rencana jangka panjang memiliki risiko kegagalan yang lebih tinggi. Sedangkan untuk merencanakan sesuatu, Anda harus terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan utamanya. Selain itu, juga perlu melakukan penelitian dan survei pada harga pasar agar Anda tidak salah.

Investasi di perumahan akan lebih menguntungkan jika Anda bisa bertahan dalam jangka panjang, jadi jangan buru-buru mengambil keputusan. Terutama berinvestasi karena hanya mengikuti tren. Pertimbangkan dengan cermat saat membandingkan satu properti dengan properti lainnya.

2. Lokasi kurang strategis

Kebutuhan perumahan yang tinggi berarti bahwa investasi dalam rumah dapat menghasilkan keuntungan berlimpah. Harga tanah murah menggoda, nilai investasi masa depan juga bisa meningkat berkali-kali.

Namun, jika lokasi tanahnya kurang strategis atau daerah di sekitarnya tidak berpotensi untuk dikembangkan, rumah-rumah yang dibangun masih akan sulit dijual. Bahkan, kemungkinannya adalah bahwa nilai investasi juga akan menurun.

3. Beli di waktu yang salah

Dorongan untuk membeli juga menentukan nilai investasi rumah Anda di masa depan. Karena itu, cobalah untuk tidak membeli properti ketika harga tinggi dan menjualnya ketika harga pasar turun. Bahkan jika Anda menjual rumah dengan harga pasar normal, harga rumah yang tinggi akan tetap sulit untuk bersaing dengan properti lainnya.

Semua peluang investasi properti harus disita. Waktu yang tepat untuk membeli rumah adalah ketika harga pasar rendah dan menjualnya kembali ketika permintaan tinggi.

4. Mengabaikan kualitas bangunan

Apa pun tujuan investasi properti Anda, baik sebagai investor yang tidak akan menempati rumah atau mungkin sebagai penghuni rumah, jangan biarkan kualitas bangunan menempati urutan kedua. Demikian pula bagi Anda yang ingin membeli rumah dari pengembang atau membangunnya sendiri.

Bahan konstruksi murah umumnya tidak memiliki ketahanan yang kuat, jadi Anda harus membayar lebih untuk perawatan.

Tentu saja, ini mencegah Anda dari mendapatkan pengembalian investasi maksimum. Membeli properti yang siap huni, seperti dilengkapi dengan desain apartemen yang lengkap, sebenarnya bisa lebih menguntungkan. Anda tidak perlu membayar lebih untuk mengisi interior properti.

5. Kegagalan membayar

Keberanian untuk mengambil risiko tinggi sangat diperlukan ketika Anda berinvestasi, tetapi jangan melebihi batas kapasitas ekonomi Anda. Ketahui situasi keuangan Anda sebelum memutuskan untuk membeli properti mahal.

Kegagalan membayar, karena tidak mampu membayar angsuran di tengah periode pembayaran, sehingga properti harus dijual kembali benar-benar akan membahayakan Anda.

Juga, berhati-hatilah dengan penipuan dengan kedok investasi. Pastikan untuk menggunakan layanan sah yang sah dari sistem kredit online dan offline dengan memperoleh lisensi operasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *